Sial!
Terik sekali matahari siang ini.
Membuatku ingin berteriak, "Panas! Aku haus!",walaupun tak bisa.
Aku tak sanggup dipanggang seperti ini.
Aku butuh air. Aku butuh hujan.
Tapi tak kudapatkan.
Jangankan segayung, setetes pun tidak.
Daun-daunku sudah mulai layu.
Batang tubuhku kering.
Aku tak sanggup lagi.
Tuan awan, kemana kau pergi?
Menemui pelangi?
Kalau memang itu yang seharusnya terjadi, terjadilah.
Biarkan aku di sini,membusuk.
Sampai dekomposer waktu menguraikanku menjadi kompos yang berguna bagi sesamaku.
Senin, 07 April 2008
Rabu, 12 Maret 2008
Waktu Sang Dewa
Tik..tok..tik..tok..
Tangan-tangannya tah pernah berhenti bergerak.
Menggelindingkan suatu besaran ke depan.
Dan tak pernah mengembalikannya lagi.
Setiap debit waktuku mengalir percuma.
Diam melongo.
Memikirkan sosok yang kugapai pun tak bisa.
Haah..
Betapa kau menghabiskan usiaku.
Tapi tetap saja aku bahagia.
Dasar. Aneh.
Inikah Sang Dewa yang mampu mengubah apapun di dunia?
Tangan-tangannya tah pernah berhenti bergerak.
Menggelindingkan suatu besaran ke depan.
Dan tak pernah mengembalikannya lagi.
Setiap debit waktuku mengalir percuma.
Diam melongo.
Memikirkan sosok yang kugapai pun tak bisa.
Haah..
Betapa kau menghabiskan usiaku.
Tapi tetap saja aku bahagia.
Dasar. Aneh.
Inikah Sang Dewa yang mampu mengubah apapun di dunia?
tadi..
Luas. Hijau.
Penuh rumput dan wangi hujan.
Dia berlari dengan gagah,
lengkap dengan semua atributnya.
Tubuh tinggi berdiri tegap.
Kaki jenjang tak bisa diam.
Mata tajamnya meneliti setiap sudut medan.
Memperkosa taktik musuh.
Hanya satu sahabat sejatinya.
Benda bulat bervolume.
Siapa gerangan pahlawan muda itu?
Bisa-bisanya mondar-mandir di hati orang.
Pangeran tampan bertopeng prajurit, berhentilah sejenak.
Dengarkan nyanyian batinku.
Ikuti alunan hatiku.
Dapatkah kau merasakannya?
Penuh rumput dan wangi hujan.
Dia berlari dengan gagah,
lengkap dengan semua atributnya.
Tubuh tinggi berdiri tegap.
Kaki jenjang tak bisa diam.
Mata tajamnya meneliti setiap sudut medan.
Memperkosa taktik musuh.
Hanya satu sahabat sejatinya.
Benda bulat bervolume.
Siapa gerangan pahlawan muda itu?
Bisa-bisanya mondar-mandir di hati orang.
Pangeran tampan bertopeng prajurit, berhentilah sejenak.
Dengarkan nyanyian batinku.
Ikuti alunan hatiku.
Dapatkah kau merasakannya?
tomat?
Bulat tak sempurna.
Merah. Seperti darah? Lumayan.
Apa ini? Kupotong saja.
Kuhujamkan sebilah besi pada tubuhnya.
Teriris daging segar setebal jari manisku.
Berair.
Kukecap, manis.
Kupotong lagi sisa tubuhnya.
Airnya semakin banyak.
Tubuh yang terlihat keras tadi ternyata lunak.
Lembek bahkan.
Hmm.. Kunikmati lagi selembar.
Memang manis. Adiktif.
Kuhabiskan ya?
Jangan. Tidak boleh.
Jangan egois.
Tapi,......
Hei makhluk kecil, maafkan kelancanganku.
Siapa namamu?
Apa? Tomat?
Merah. Seperti darah? Lumayan.
Apa ini? Kupotong saja.
Kuhujamkan sebilah besi pada tubuhnya.
Teriris daging segar setebal jari manisku.
Berair.
Kukecap, manis.
Kupotong lagi sisa tubuhnya.
Airnya semakin banyak.
Tubuh yang terlihat keras tadi ternyata lunak.
Lembek bahkan.
Hmm.. Kunikmati lagi selembar.
Memang manis. Adiktif.
Kuhabiskan ya?
Jangan. Tidak boleh.
Jangan egois.
Tapi,......
Hei makhluk kecil, maafkan kelancanganku.
Siapa namamu?
Apa? Tomat?
Jumat, 07 Maret 2008
ditar ratapan gumasy tua *mumble words x)
suka?
suka
sayang?
sayang
sama.
ingin.
sama.
ga bisa.
sebetulnya bisa.
tapi.
ga bisa.
jadi?
bingung.
argh!!
kanangga satya ditar ratapan gumasy sentua.
suka
sayang?
sayang
sama.
ingin.
sama.
ga bisa.
sebetulnya bisa.
tapi.
ga bisa.
jadi?
bingung.
argh!!
kanangga satya ditar ratapan gumasy sentua.
Minggu, 06 Januari 2008
homo homini lupus
seminggu kemaren aku ma anak2 listen 09 *pasak*, sibuk bgt nyiapin acara natal.
pas kita lagi mo latian musik, kita laper. trus anak2 pada pengen makan di sule depan smp 5. unfortunately, sulenya abis. akhirnya kita muter balik ke sma 3 lagi.
pas mo muter balik, ada motor yang ga sabaran dan ga ngasih jalan ke kita.
trus si candra marah2, "sabar atuh anjink!!"
hmm. ada yang aneh ga dari cerita di atas tadi?
haha. iya, candra bilang ke bapa2 yg ga ngasih jalan itu untuk sabar tapi ngomongnya sambil marah2 dan teriak2.
begitulah manusia, jaman sekarang tepatnya. klo kata pendeta yang khotbah di acara natal listen kemaren, manusia jaman sekarang tuh homo homini lupus.
alias manusia yang menjadikan dirinya serigala bagi sesamanya.
aku sendiri masih bingung harus ngomong apa tentang ini. karena kayanya aku juga homo homini lupus, kaya si candra. hehe, maaf can bawa2 kamu.
kira2 ada yang bisa menjawab pertanyaan dari permasalahan yang ga jelas juga pertanyaan nya apa?
pas kita lagi mo latian musik, kita laper. trus anak2 pada pengen makan di sule depan smp 5. unfortunately, sulenya abis. akhirnya kita muter balik ke sma 3 lagi.
pas mo muter balik, ada motor yang ga sabaran dan ga ngasih jalan ke kita.
trus si candra marah2, "sabar atuh anjink!!"
hmm. ada yang aneh ga dari cerita di atas tadi?
haha. iya, candra bilang ke bapa2 yg ga ngasih jalan itu untuk sabar tapi ngomongnya sambil marah2 dan teriak2.
begitulah manusia, jaman sekarang tepatnya. klo kata pendeta yang khotbah di acara natal listen kemaren, manusia jaman sekarang tuh homo homini lupus.
alias manusia yang menjadikan dirinya serigala bagi sesamanya.
aku sendiri masih bingung harus ngomong apa tentang ini. karena kayanya aku juga homo homini lupus, kaya si candra. hehe, maaf can bawa2 kamu.
kira2 ada yang bisa menjawab pertanyaan dari permasalahan yang ga jelas juga pertanyaan nya apa?
Kamis, 03 Januari 2008
tombak melodi
ketika burung sedang berkicau
biarkanlah ia berkicau
memanggil namamu dalam melodinya
atau sekedar bercerita
tentang cinta dalam dada
aku berkicau
namun kau tak mengindahkannya
aku yakin dan aku tahu
kau mendengarku
hanya tak mau peduli
melodi indah yang meluncur dari hatiku
seakan berubah menjadi
tombak yang menghujam asaku
tidak kurang tajamkah kupingmu
untuk mendengarkan cinta ini?
atau terlalu tumpulkah hatmu
untuk merasakan melodi ini?
-putri rahel-
biarkanlah ia berkicau
memanggil namamu dalam melodinya
atau sekedar bercerita
tentang cinta dalam dada
aku berkicau
namun kau tak mengindahkannya
aku yakin dan aku tahu
kau mendengarku
hanya tak mau peduli
melodi indah yang meluncur dari hatiku
seakan berubah menjadi
tombak yang menghujam asaku
tidak kurang tajamkah kupingmu
untuk mendengarkan cinta ini?
atau terlalu tumpulkah hatmu
untuk merasakan melodi ini?
-putri rahel-
Langgan:
Entri (Atom)